
Kebetulan bulan ini menginjak minggu ke 36 dari kehamilan isteri saya, perkiraan bulan januari akan segera melahirkan. Sesuai kesepakatan jika anak tersebut laki-laki sayalah yang harus memberi nama, jika perempuan isteri sayalah yang memberikan nama tersebut. Dari hasil USG diperkirakan anak saya berjenis kelamin laki-laki, sehingga sayalah yang bertanggungjawab mencarikan nama. Mencari nama yang sesuai dengan hati, rupa dan al islam tentulah sulit.
Meski sastrawan Inggris, Shakespeare, berkata “What’s in a name?” Apalah arti sebuah nama? Namun bagi saya menamai anak dengan nama yang baik dan islami sangatlah penting. Bagi saya nama-nama yang berbau kejelekan, ketidakbaikan dan kemudharatan sangat saya hindarkan.
Seorang anak yang dinamai dengan tidak baik tentunya sangat mengganggu secara psikologis jika anak tersebut tumbuh dewasa. Anak bisa malu dan rendah diri jika namanya buruk dan teman-temannya memanggilnya dengan nama yang buruk. sebagai contoh si letoy, si jahanam,
Untuk itu Nabi memerintahkan agar para orang tua memberi nama anaknya dengan nama yang baik:
Seorang datang kepada Nabi Saw dan bertanya, ” Ya Rasulullah, apa hak anakku ini?” Nabi SAW menjawab, “Memberinya nama yang baik, mendidik adab yang baik, dan memberinya kedudukan yang baik (dalam hatirnu).” (HR. Aththusi).

Siapa yang tak kenal Srimulat, saya termasuk penggemar acara ini. Dengan lawakan-lawakan yang simpel, mempergunakan mimik tubuh para pemainnya, tapi kemanakah ya Srimulat ?? Dulu sering nongol di salah satu stasiun TV swasta tanah air setiap malam minggu. Tapi kemanakah Srimulat beberapa tahun belakangan ini ??!! Tidak bisa dipungkiri, mendengar kata Srimulat sering kita langsung tertawa atau tersenyum. Bahkan ketika melihat orang melucu atau berbuat lucu kita akan menyamakan orang itu dengan kata Srimulat. Yah, walau panggung Srimulat saat ini sudah tidak ada lagi namun lawakan-lawakan mantan anggota Srimulat masih membekas di hati masyarakat Indonesia.
